Langsung ke konten utama

Pendaftaran SBMPTN Ditutup

Pendaftaran SBMPTN Ditutup


Pendaftaran Seleksi Berbarengan Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Th. 2014 resmi ditutup pada Jumat (6/6) jam 22. 00 WIB lalu. Sekian juga sistem pencetakan kartu untuk peserta yang telah mendaftar dengan cara on-line bisa dikerjakan hingga Minggu (8/6) tempo hari.

Kepala Humas Unsyiah, Dr Ilham Maulana pada Serambi, tempo hari, mengatakan, di Panitia Lokal Unsyiah jumlah lulusan SMA/MA/SMK yang mendaftar lewat jalur ini sejumlah 14. 620 orang. Jumlah itu terdiri atas pendaftar Saintek (IPA) 4. 178 orang, Soshum (IPS) 3. 264 orang, dan pemilih kombinasi 7. 178 orang. “Dalam jumlah itu, telah terhitung pemohon besiswa Bidikmisi sejumlah 1. 699 orang, ” katanya.

Dengan cara nasional, menurut Ilham, keseluruhan pendaftar SBMPTN th. ini sejumlah 663. 554 orang, menggunakan perincian 239. 993 pemilih Saintek, 257. 569 pemilih Soshum, serta 165. 992 pemilih kombinasi. Jumlah itu, lanjutnya, telah terhitung peserta yang mengusulkan Bidikmisi sejumlah 80. 910 orang di semua Indonesia.

Disebutkan, jalur SBMPTN ini adalah jalur penerimaan mahasiswa baru memakai tes catat pada 17 Juni ini serta ujian ketrampilan untuk sebagian program studi spesial pada 18-19 Juni 2014. Lewat jalur SBMPTN ini, sebut Ilham, Unsyiah bakal menyimpan 30 % dari keseluruhan mahasiswa baru yang di terima th. 2014.

Sesudah SBMPTN, lebih Ilham, ada satu lagi jalur penerimaan mahasiswa baru yang dikerjakan Unsyiah berbarengan sebagian kampus lain di Indonesia yakni jalur mandiri atau juga dimaksud Ujian Masuk Berbarengan Perguruan Tinggi (UMBPT). “Tes catat UMBPT bakal diselenggarakan 3 Agustus 2014. Lewat jalur ini, Unsyiah bakal terima 20 % dari keseluruhan daya tampung th. 2014, ” imbuhnya.

Pada mulanya, pada 27 Mei 2014, sejumlah 2. 081 lulusan SMA/MA/SMK dari beragam daerah di Indonesia dinyatakan lulus seleksi ke Unsyiah lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Th. 2014.

Menyikapi banyak pertanyaan orang-orang perihal persyaratan kelulusan calon mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng menegaskan, banyak komponen yang dipandang serta dinilai dalam penyeleksian SNMPTN th. ini.

Menurut Rektor, penilaian itu tidak sama menggunakan penilaian yang diaplikasikan pihak sekolah pada siswanya. “Ranking di sekolah berbeda menggunakan rangking SNMPTN lantaran yang dipandang untuk SNMPTN cuma enam mata pelajaran yang diuji oleh Ujian Nasional. Sedang rangking sekolah menurut seluruh mata pelajaran, ” tutur Rektor.

Disebutkan, terdapat beberapa komponen yang dinilai untuk memastikan kelulusan siswa. Komponen itu yaitu prestasi siswa di sekolah, kesesuaian mata pelajaran menggunakan program studi yang diambil, prestasi ekstrakurikuler, nilai tes penjajakan bagian pengetahuan (TPBI), nilai UN murni, serta indeks sekolah. “Seluruh komponen penilaian itu dihimpun serta diolah oleh tim pusat di Jakarta, ” kata Prof Samsul Rizal.

Penentuan kelulusan dikerjakan menggunakan memasukkan seluruhnya variabel penilaian ke dalam system, serta nilai kumulatif yang dihasilkan tersebut yang memastikan kelulusan. Hingga ranking kelas atau ranking di sekolah tak dan merta memastikan ranking kelulusan. “Kita mengharapkan menggunakan seleksi yang makin ketat, dapat membuahkan calon-calon mahasiswa yang pas manfaat meneruskan pendidikan di kampus, ” ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unsyiah Adakan Seminar Internasional

Unsyiah Adakan Seminar Internasional Beberapa puluh peneliti kebencanaan dari bermacam kampus di Indonesia ikuti seminar internasional di Gedung AAC Dayan Dawood Kampus Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, Selasa (10/6). Seminar satu hari itu mengedepankan perlunya peran pendidikan buat arus utama studi mitigasi bencana menuju pembangunan berkepanjangan.  Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng menyongsong baik proses seminar yang mendiskusikan rencana penyelamatan waktu bencana tiba. “Atas nama Unsyiah, saya mengatakan terima kasih pada penyelenggara serta peserta konferensi. Saya mengharapkan kita sanggup belajar keduanya untuk paham arah yang pas berkenaan peran pendidikan tinggi buat arus utama studi mitigasi bencana menuju pembangunan berkepanjangan, ” papar Rektor Unsyiah seperti di sampaikan kembali oleh Kepala Humas Unsyiah, Dr Ilham Maulana pada Serambi, tempo hari.  Acara ini mendatangkan utusan Menteri Penelitian serta Technologi (Menristek...